Artikel Kategori

Cara Cuci Tangan yang Baik dan Benar

Posted in Berita on Feb 22, 2018

Rajin mencuci tangan adalah salah satu cara terbaik agar kita tidak jatuh sakit dan terhindar dari penyakit menular. Mencuci tangan hanya membutuhkan air dan sabun, atau hand-sanitizer berbasis alkohol (jika tidak ada air). Ya, tindakan sederhana ini merupakan kebiasaan yang sangat mudah dilakukan dan sangat menyehatkan.

Mengapa Harus Cuci Tangan?

Seseorang penderita flu menutup hidungnya dengan tangan saat bersin, kemudian memagang pegangan di bus, saat Anda memegang pegangan tersebut, bakteri flu dapat segera berpindah ke tangan Anda dan apabila Anda memegang hidung atau mulut, kuman tersebut dapat masuk ke dalam tubuh kita. Itulah gambaran betapa mudahnya kuman penyakit berpindah dari satu orang ke orang lain. Penyakit seperti diare, cacingan, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), TBC bahkan penyakit yang mematikan seperti SARS, flu burung (H5N1) dan flu babi (H1N1) dapat dicegah dengan mencuci tangan secara benar. Sayangnya, banyak orang yang meremahkan kebiasaan sehat ini dan mengganggapnya tidak penting. Padahal dengan membiasakan mencuci tangan dengan baik, hidup Anda dan keluarga dapat lebih sehat.

 

Cara Mencuci Tangan yang Benar

Mencuci tangan yang benar harus menggunakan sabun dan di bawah air yang mengalir. Sedangkan langkah-langkah teknik mencuci tangan yang benar adalah sebagai berikut.

  • Basahi tangan dengan air di bawah kran atau air mengalir.
  • Ambil sabun cair secukupnya untuk seluruh tangan. Akan lebih baik bila sabun mengandung antiseptik.
  • Gosokkan kedua telapak tangan.
  • Gosokkan sampai ke ujung jari.
  • Telapak tangan tangan menggosok punggung tangan kiri (atau sebaliknya) dengan jari-jari saling mengunci (berselang-seling) antara tangan kanan dan kiri. Gosok sela-sela jari tersebut. Lakukan sebaliknya.
  • Letakkan punggung jari satu dengan punggung jari lainnya dan saling mengunci.
  • Usapkan ibu jari tangan kanan dengan telapak kiri dengan gerakan berputar. Lakukan hal yang sama dengan ibu jari tangan kiri.
  • Gosok telapak tangan dengan punggung jari tangan satunya dengan gerakan kedepan, kebelakang dan berputar. Lakukan sebaliknya.
  • Pegang pergelangan tangan kanan dengan tangan kiri dan lakukan gerakan memutar. Lakukan pula untuk tangan kiri.
  • Bersihkan sabun dari kedua tangan dengan air mengalir.
  • Keringkan tangan dengan menggunakan tissue dan bila menggunkan kran, tutup kran dengan tissue.

Mengeringkan dengan tissue lebih baik dibandingkan mengeringkan tangan menggunakan mesin pengering tangan yang umum ada di mal. Karena mesin pengering tangan yang dipakai secara umum menampung banyak bakteri yang dapat menularkan ke orang lain.

Kapan Saat Anda Mencuci Tangan?

Sepanjang waktu, kita selalu bersentuhan dengan benda dan orang lain. Itu membuat bakteri terakumulasi di tangan. Akibatnya adalah kita bisa terkena atau tertular penyakit ketika tangan menyentuh mata, hidung dan juga mulut. Walaupun tampaknya sulit untuk selalu menjaga tangan bebas kuman, kita bisa membatasi kemungkinan terinfeksi bakteri, virus, dan mikroba dengan cara mencuci tangan secara rutin.

Cuci tangan sebelum:

  • menyiapkan makan dan menyantap makanan
  • mengobati luka atau memberikan perawatan kepada orang sakit/terluka
  • memasang atau melepas lensa kontak

Cuci tangan setelah:

  • menggunakan toilet
  • menyiapkan makanan, khususnya setelah bersentuhan dengan daging mentah atau unggas
  • menyentuh binatang ataupun mainan binatang peliharaan
  • menggosok hidung, batuk, ataupun bersin di tangan
  • mengobati luka atau memberikan perawatan kepada orang sakit/terluka
  • membuang sampah, membersihak rumah, bersentuhan dengan peralatan kebun, atau menyentuh sesuatu yang terkontaminasi
  • bersalaman dengan orang lain

Selain itu, cuci tangan ketika tangan tampak kotor atau berbau.

 

Oleh : Kelompok Kerja Manajemen Komunikasi & Edukasi RSPG 

Survei Akreditasi SNARS ED-1 RSPG

Posted in Berita on Feb 21, 2018

Survei Akreditasi RS.Paru Dr.M.Goenawan Partowidigdo Cisarua – Bogor menggunakan Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit edisi 1 (SNARS edisi 1) meliputi :

SASARAN KESELAMATAN PASIEN
Sasaran 1 : Mengidentifikasi pasien dengan benar
Sasaran 2 : Meningkatkan komunikasi yang efektif
Sasaran 3 : Meningkatkan keamanan obat-obatan yang harus diwaspadai (High Alret Medications)
Sasaran 4 : Memastikan lokasi pembedahan yang benar, prosedur yang benar, pembedahan pada pasien yang benar
Sasaran 5 : Mengurangi risiko infeksi terkait pelayanan kesehatan
Sasaran 6 : Mengurangi risiko cedera pasien akibat terjatuh

STANDAR PELAYANAN BERFOKUS PADA PASIEN
      1. Akses ke Rumah Sakit dan Kontuinitas Pelayanan (ARK)
      2. Hak Pasien dan Keluarga (HPK)
      3. Asesmen Pasien (AP)
      4. Pelayanan dan Asuhan Pasien (PAP)
      5. Pelayanan Anasthesi dan Bedah (PAB)
      6. Pelayanan Kefarmasian dan Penggunaan Obat (PKPO)
      7. Manajemen Komunikasi dan Edukasi (MKE)

STANDAR MANAJEMEN RUMAH SAKIT

  1. Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP)
  2. Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI)
  3. Tata Kelola Rumah Sakit (TKRS)
  4. Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK)
  5. Kompetensi dan Kewenangan Staf (KKS)
  6. Manajemen Informasi dan Rekam Medis (MIRM)

PROGRAM NASIONAL
      1. Menurunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi
      2. Menurunkan Angka Kesakitan HIV/AIDS
      3. Menurunkan Angka Kesakitan TB
      4. Pengendalian Resistensi Antimikroba (PRA)
      5. Pelayanan Geriatri

INTEGRASI PENDIDIKAN KESEHATAN DALAM PELAYANAN RUMAH SAKIT

Kegiatan Survei ini diadakan dari tanggal 20 sampai dengan 23 Februari 2018 dengan adanya telusur dokumen dan telusur lapangan seperti pada setiap elemen yang tertuang didalam menggunakan Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit edisi 1 (SNARS edisi 1) :

Setiap elamen penilaian dilengkapi dengan (R) atau (D) atau (W) atau (O) atau (S) atau kombinasinya yang berarti sebagai berikut :

(R) = Regulasi yaitu dokumen pengaturan yang disusun oleh rumah sakit yang dapat berupa kebijakan, prosedur (SPO), pedoman, panduan, peratiran direktur, keputusan direktur dan atau program

(D) = Dokumen yaitu bukti proses kegiatan atau pelayanan yang dapat berbentuk berkas rekam medis, laporan dan atau notulen rapat dan atau hasil audit dan atau ijazah dan bukti dokumen pelaksanaan kegiatan lainnya.

(O) = Observasi, yaitu bukti kegiatan yang didapatkan berdasarkan hasil penglihatan/observasi yang dilakukan oleh surveior

(S) = Simulasi, peragaan kegiatan yang dilakukan oleh staf rumah sakit yang diminta oleh surveior

(W) = Wawancara, yaitu kegiatan tanya jawab yang dilakukan surveior yang ditujukan kepada pemilik/representasi pemilik, direktur rumah sakit, pimpinan rumah sakit, profesional pemberi asihan (PPA), staf klinis, staf non klinis, pasien, keluarga, tenaga kontrak dan lain- lain

 

Semoga RSPG dapat terus mempertahankan Predikat PARIPURNA sebagai wujud peningkatan kualitas layanan dan pelayanan terhadap masyarakat.

 

Oleh : Intan Mutia

Dokumentasi : Deni Nur

RSPG Mendapatkan Penghargaan atas Dukungan Program Deteksi Dini Kanker Serviks dan Kanker Payudara

Posted in Berita on Feb 15, 2018

RSPG mendapatkan penghargaan dari Darma Wanita Persatuan Kementerian Kesehatan RI atas dukungannya pada Bulan Deteksi Dini Kanker Serviks dan Kanker Payudara Oktober 2017.

Salah satu Penyakit Tidak Menular adalah kanker. Kanker serviks merupakan kanker yang perlu diwaspadai oleh semua wanita. Kanker ini dapat menginfeksi wanita tanpa memandang usia maupun gaya hidup, sehingga anda perlu berhati hati. Di dunia secara internasional secara statistik telah diketahui 500.000 orang wanita didiagnosa telah menderita kanker serviks dan kurang lebih 270.000 wanita di antaranya mengalami kematian. Bahkan jika di rata rata, maka tiap satu jam terdapat satu orang wanita yang meninggal di dunia ini akibat terkena kanker serviks.

Di Indonesia sendiri telah terdapat 40 wanita yang telah mendapatkan diagnoae bahwa dirinya mengidap kanker serviks, dengan 20 wanita yang meninggal akibat kanker serviks. Angka ini bisa terus menanjak dalam kurun waktu yang tidak lama, sehingga setiap wanita harus mampu menghindari penularan virus HPV ini.

Alasan utama tingginya dan meningkatnya kedua kanker di negara berkembang termasuk di Indonesia adalah karena kurangnya program penapisan yang efektif dengan tujuan mendeteksi keadaan sebelum kanker maupun kanker pada stadium dini termasuk pengobatannya sebelum proses invasif yang lebih lanjut. Estimasi tahun 1985 hanya 5% perempuan di daerah berkembang yang mendapat pelayanan penapisan dibanding dengan 40% perempuan di negara maju. Kematian kasus kedua kanker di negara berkembang juga diperparah dengan rendahnya kemampuan dan aksesibilitas untuk pengobatan.

Beberapa hal yang menjadi kunci keberhasilan pengendalian kedua kanker ini adalah penanggulangan terpadu harus dilaksanakan sejak dari Puskesmas dan Rumah Sakit . Pengendalian meliputi penapisan (screening) yang diikuti dengan pengobatan yang adekuat. Untuk mendapatkan hasil yang memuaskan, penapisan harus berfokus pada perempuan dengan golongan umur yang sudah ditargetkan.

Mari kita bersama Deteksi Dini Kanker Serviks dan Kanker Payudara sebagai wujud dukungan kita untuk menanggulangi penyakit kanker.

 

Oleh : Intan Mutia

 

Laporan Tahun 2015

Posted in Laporan on Feb 10, 2018

Silahkan hubungi bagian humas RSPG untuk mendapatkan Laporan 2015

humas.rspgcisarua@gmail.com

Laporan Tahun 2016

Posted in Laporan on Feb 10, 2018

Silahkan hubungi bagian humas RSPG untuk mendapatkan Laporan 2017

humas.rspgcisarua@gmail.com

Laporan Tahun 2017

Posted in Laporan on Feb 10, 2018

Silahkan hubungi bagian humas RSPG untuk mendapatkan Laporan 2015

humas.rspgcisarua@gmail.com

Laporan Tahun 2018

Posted in Laporan on Feb 10, 2018

Silahkan hubungi bagian humas RSPG untuk mendapatkan Laporan 2015

humas.rspgcisarua@gmail.com

Jadwal Dokter

Posted in statik on Feb 09, 2018

.

Pelatihan Manajemen Data

Posted in Berita on Feb 08, 2018

Pada hari ini  Kamis tanggal 8 Februari 2018, RSPG mengadakan kegiatan Pelatihan Manajemen Data, diaman pelatihan ini untuk fungsi organisasi yang bertanggung jawab terhadap pengembangan kontrol sistematis terhadap pembuatan, penyimpanan, penelusuran juga pemeliharaan dan penempatan data. Dan mempunyai tujuan sebagai berikut :

  1. Menyediakan informasi akurat dan tepat waktu.
  2. Mengembangkan dan mempertahankan satu sistem yang efisien untuk membuat, menyimpan, memanfaatkan, memelihara dan menempatkan informasi
  3. Melindungi kepentingan informasi dan mendisain dan mengontrol standar yang efektif dan metode evaluasi periodik berkaitan dengan manajemen data, peralatan dan prosedur.
  4. Membantu mendidik pegawai dengan metode yang paling efektif untuk mengontrol dan mengolah data perusahaan.

Acara dibuka oleh Direktur Utama yang diwakili olehDirektur Medik dan Keperawatan RSPG, dr. Ida Bagus Sila Wiweka Sp.P. Dihadiri oleh  Direktur Keuangan dan Administrasi Umum RSPG (Evi Nursafinah, SE,MPH) dan seluruh peserta pelatihan (Pejabat struktural, Tim Mutu, Kepala Instalasi, Kepala Ruangan dan lainnya ) sebagai narasumber dari Tim Statistik Institut Pertanian Bogor  (IPB). 

 

Oleh : Intan Mutia

Dokumentasi : Deni Nur

Diskusi Pengembangan Pelayanan RSPG

Posted in Berita on Feb 02, 2018

Pada hari Kamis tanggal 1 Februari 2018, RSPG mengadakan kegiatan dikusi pengembangan pelayanan RSPG yang dihadiri oleh Dinkes Kabupaten Bogor, Kapolsek Cisarua, Koramil Cisarua, Kepala Desa dan Tokoh masyarakat lainnya serta pejabat struktural RSPG.

Acara dibuka oleh Direktur Utama yang diwakili oleh Direktur Keuangan dan Administrasi Umum RSPG (Evi Nursafinah, SE,MPH) dan dilanjutkan oleh persentasi materi diskusi tentang pelayanan RSPG oleh Direktur Medik dan Keperawatan RSPG, dr. Ida Bagus Sila Wiweka Sp.P.

Setelah persentasi dilanjutkan sesi diskusi yang dimoderatori oleh Kepala Bagian Administrasi Umum RSPG (Dra.Wellya Hartati,Apt.MARS). Setelah sesi diskusi yang berlangsung satu jam lebih dan masih banyak yang antusias untuk sharing pendapat dan masukan untuk pengembangan layanan namun waktu jugalah yang membatasi. Pada akhirnya ditarik kesimpulan bahwa semua mendukung pengembangan layanan RSPG guna meningkatkan angka kesehatan Paru dan kesembuhan pasien TB serta ditunjang dengan perencanaan yang matang agar tidak merugikan pihak manapun. 

RSPG akan selalu berupaya untuk meningkatkan layanan maupun pelayanan untuk  meningkatkan angka kesehatan Paru dan kesembuhan pasien TB di Indonesia,

 

Oleh : Intan Mutia

Dokumentasi : Deni Nur