Artikel Kategori

SOSIALISASI WBS

Posted in Berita on May 21, 2018

APA ITU WHISTLEBLOWING SYSTEM ?

Sarana penyampaian informasi dan pelaporan terhadap DUGAAN perbuatan MELAWAN HUKUM, PERBUATAN TIDAK ETIS/TIDAK SEMESTINYA YANG DAPAT MERUGIKAN ORGANISASI

Tindakan merugikan organisasi:

  • Penyimpangan dari Peraturan dan Perundangan yang berlaku
  • Penyalahgunaan Jabatan untuk kepentingan lain diluar Organisasi
  • Pemerasan
  • Perbuatan Curang
  • Korupsi
  • Benturan Kepentingan
  • Gratifikasi

TUJUAN

  • Tumbuh persepsi kuat dari pegawai/ masyarakat bahwa  apabila melakukan penyimpangan /kecurangan  akan semakin besar peluangnya terdeteksi dan dilaporkan,
  • Adanya kepastian Pemberian sanksi atas perbuatan yang terbukti menyimpang,
  • Tercegahnya perbuatan yang menyimpang dari peraturan,
  • Terwujudnya Institusi yang berkinerja tinggi, taat hukum, bersih dan beretika.

Proses Pengelolaan Pelaporan

  • Diterima oleh  Sekretariat WBS RSPG, dinilai apakah sesuai kriteria Sistem Pelaporan Pelanggaran
  • Laporan dianalisa Ketua Tim dan Verifikator, Investigasi Awal Pengaduan, dilaporkan ke Direksi
  • Direksi menetapkan rekomendasi investigasi lanjutan
  • Tim Investigasi melakukan investigasi lanjutan dan melaporkan hasilnya kepada Direksi
  • Direksi menetapkan rekomendasi tindakan selanjutnya. Bila tidak terbukti, laporan pengaduan akan ditutup dan bila terbukti, maka dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku atau diteruskan kepada pihak penyidik untuk proses lebih lanjut.

 

Oleh : Pokja Penguatan Pengawasan

SOSIALISASI SPIP

Posted in Berita on May 21, 2018

SPIP adalah proses yang integral pada tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara terus menerus oleh pimpinan dan seluruh pegawai  untuk memberikan keyakinan     memadai    atas   tercapainya   tujuan organisasi melalui :

  1. Kegiatan yang efektif dan efisien
  2. Keandalan pelaporan keuangan
  3. Pengamanan aset negara, dan
  4. Ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan.

 Aktivitas pengendalian adalah tindakan yang diperlukan untuk mengatasi risiko serta penetapan dan pelaksanaan kebijakan & prosedur untuk memastikan bahwa tindakan mengatasi risiko telah dilaksanakan secara efektif.

 

Oleh : Pokja Penguatan Pengawasan

 

 

SOSIALISASI WBK dan WBBM

Posted in Berita on May 21, 2018

Zona Integritas (ZI) adalah predikat yang diberikan kepada instansi pemerintah yang pimpinan dan jajarannya mempunyai komitmen untuk mewujudkan WBK/WBBM melalui reformasi birokrasi, khususnya dalam hal pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik;

Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (Menuju WBK) adalah predikat yang diberikan kepada suatu unit kerja yang memenuhi sebagian besar:

  1. Manajemen perubahan,
  2. Penataan tatalaksana,
  3. Penataan sistem manajemen SDM,
  4. Penguatan pengawasan, dan
  5. Penguatan akuntabilitas kinerja

Menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (Menuju WBBM) adalah predikat yang diberikan kepada suatu unit kerja yang memenuhi sebagian besar indikator Menuju WBK + indikator penguatan kualitas pelayanan publik;

Tahap Pencanangan Pembangunan Zona Integritas

  • Adanya Deklarasi/ pernyataan dari pimpinan suatu instansi pemerintah bahwa instansinya telah siap membangun Zona Integritas
  • Pimpinan dan seluruh atau sebagian besar pegawainya telah menandatangani Dokumen Pakta Integritas.
  • Disaksikan KPK, Ombudsman RI, Unsur Masyarakat lainnya

SYARAT PENGAJUAN SATKER BERPREDIKAT WBK

  1. Pada level instansi pemerintah:
  1. Opini WTP dari BPK atas opini LK.
  2. Nilai AKIP minimal “CC”.
  1. Pada level unit kerja:
  1. Setingkat Es I sd Es III.
  2. Memiliki peran dan penyelenggaraan fungsi pelayanan strategis.
  3. Dianggap telah melaksanakan program-program reformasi birokrasi secara baik.
  4. Mengelola sumber daya yang cukup besar.

SYARAT PENGAJUAN SATKER BERPREDIKAT WBBM

  1. Pada level instansi pemerintah:
  1. Opini WTP dari BPK atas LK selama minimal 2 tahun berturut-turut.
  2. Nilai AKIP minimal “CC”.
  1. Pada level unit kerja:

            Sebelumnya telah mendapat predikat WBK.

LINGKUP KEGIATAN

  • Pemilihan satker yang akan diusulkan oleh Unit Utama
  • Sosialisasi
  • Pre Assessment
  • Pendampingan
  • Self Assessment oleh TPI Kemenkes
  • Penyampaian hasil self assessment kepada Menteri Kesehatan
  • Pengusulan satker untuk mendapatkan predikat menuju WBK dan WBBM dari Kemenkes ke Menpan & RB
  • Reviu oleh Tim Penilai Nasional (Menpan, KPK, Ombudsman RI)
  • Pemberian Penghargaan WBK:
  1. Menkes: sakter yang memenuhi indikator WBK/WBBM
  2. Menpan & RB: Satker yaang berpredikat WBK/WBBM

 

Oleh : Pokja Penguatan Pengawasan 

       

Jadwal Dokter

Posted in statik on Apr 02, 2018

.

Hibah Alat Kesehatan dan Ambulance

Posted in Berita on Mar 28, 2018

Masih di pekan Hari Tuberkulosis Sedunia, RSPG mendapatkan Hibah alat kesehatan yaitu audiometri portable dari Kementerian Kesehatan RI serta Hibah Ambulance dari Rumah Sakit Pusat Otak Nasional. Semoga dengan adanya Hibah Alat Kesehatan dan Ambulance ini dapat meningkatkan pelayanan di RSPG. 

Senam Asma RSPG

Posted in Berita on Mar 28, 2018

 

 Masih dari rangkaian acara TB Day , RSPG juga mengadakan senam asma bersama yang diikuti oleh masyarakat dan pegawai RSPG.  Bertempat di Lapangan Olahraga RSPG pada Jumat pagi tanggal 23 Maret 2018.

Senam asma ini juga rutin dilakukan di Lapangan Olahraga RSPG setiap hari Jumat pagi untuk umum Senam asma ini bukan berarti diikuti hanya oleh pasien atau penderita asma saja, dapat diikuti oleh seluruh masyarakat dan tidak ada batasan usia (Lansia pun dapat mengikuti) karena baik untuk pernafasan dan kebuguran tubuh, dengan gerakan – gerakan yang mudah dilakukan.

Marilah kita jadikan olahraga sebagai salah satu gaya hidup untuk menciptakan kebugaran dan menjaga kesehatan.

 

Oleh : Intan Mutia

Dokumentasi : Tim Dokumentasi

Seminar Awam RSPG “Penyakit Tuberkulosis Tidak Mungkin Berlalu, Jika Kita Tidak Bertemu”

Posted in Berita on Mar 28, 2018

 

Pada tanggal 23 Maret 2018 RS Paru Dr M. Goenawan Partowidigdo (RSPG) mengadakan  acara Seminar Awam RSPG dengan tema “ Penyakit Tuberkulosis tidak mungkin berlalu, jika kita tidak bertemu” bertempat di Gedung Wijaya Kusuma RSPG, Seminar dihadiri oleh Pejabat Lintas Sektor  (Tripika Kecamatan Cisarua), Tokoh masyarakat, Kader Kesehatan dan Masyarakat awam. 

Seminar ini dikemas secara informatif, edukatif dan komunikatif dengan harapan masyarakat dapat  bertujuan untuk Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap pola hidup bersih dan sehat  serta aktif melaksanakan kesehatan Paru.. Berupa Talk Show bersama Tim Ahli :

1. Dr. Neni Sawitri, Sp.P (Penanggung jawab TB Resisten Obat  RSPG)

2. Dr.Ida Bagus Sila Wiweka,Sp.P (Direktur Medik dan Keperawatan RSPG)

3. Perwakilan pasien sembuh TB RO (Harapan dan kendala pasien TB-Resisten Obat)

Dipandu oleh Host :  Hengky Kurniawan. Acara berlangsung meriah dan para peserta sangat antusias terlihat dari banyaknya pertanyaan seputar TB, dan bagaimana peserta yang berkomitmen untuk membagikan Ilmunya kepada lingkungan sekitar agar pengetahuan dan kesadaran tentang penyakit TB lebih meningkat. Karena lebih baik mencegah daripada mengobati. Ditutup dengan Hiburan, Persembahan Angklung dan Door Prize serta Sesi photo bersama Hengky Kurniawan.

 

Oleh : Intan Mutia

Dokumentasi : Tim Dokumentasi

Peresmian Ruang Perawatan TB dan TB- Resisten Obat di RSPG

Posted in Berita on Mar 26, 2018

 

Peresmian Gedung Kacapiring sebagai Ruang Perawatan TB dan TB- Resisten Obat merupakan bagian dari rangkaian acara Seminar Ilmiah Pada tanggal 22 Maret 2018. Ruang Perawatan TB dan TB- Resisten Obat di RSPG diresmikan oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia secara simbolik dengan menandatangani prasasti dan pengguntingan untaian bunga.

Setelah meresmikan, Ibu Menteri Kesehatan Republik Indonesia mengunjungi ruang perawatan TB dan TB- Resisten Obat yang akan dibuka khusus untuk pasien TB- Resisten Obat di gedung Kacapiring RSPG.

Merupakan salah satu wujud komitmen RSPG untuk terus meningkatkan layanan untuk meningkatkan angka kesembuhan TB dan TB RO dan semoga RSPG menjadi pusat rujukan penatalaksanaan penyakit TB dan TB Resisten Obat secara komprehensif Indonesia di masa mendatang.

 

 Oleh : Intan Mutia

Dokumentasi : Tim Dokumentasi

Seminar Ilmiah RSPG ““Wanted: Leaders for a TB Free World “

Posted in Berita on Mar 26, 2018

 

Pada tanggal 22 Maret 2018 RS Paru Dr M. Goenawan Partowidigdo (RSPG) mengadakan  acara Seminar Ilmiah RSPG dengan tema “Wanted: Leaders for a TB Free World “ bertempat di Gedung Wijaya Kusuma RSPG, Seminar dihadiri oleh Para pimpinan RS Paru, dan Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat / BBKPM (Asosiasi Rumah Sakit dan Balai Paru Indonesia / ARSABAPI), RSUD dan  RS Swasta di wilayah Kab dan Kota Bogor, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, Kabupaten dan Kota Bogor, Kepala Puskesmas Kabupaten dan Kota Bogor, Organisasi Pemerhati Pemberantasan TB ( PPTI, WHO, GF-ATM, dll).  Dengan Keynote Speaker : Menteri Kesehatan Republik Indonesia serta narasumber diantaranya:

  1. Prof. dr. Menaldi Rasmin, Sp.P (K)  (Guru Besar Ilmu Kesehatan Paru Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia)

Konsep Perawatan Pasien TB Resisten Obat dengan Konsep Sanatorium, Manfaat dan Tantangannya.

  1. dr. Neni Sawitri Sp.P, FISR (Penanggung jawab TB Resisten Obat  RSP Dr.M.Goenawan Partowidigdo Cisarua Bogor)

Tantangan dalam tata laksana TB Resisten Obat  di Indonesia , situasi terkini di RSPG

  1. dr. Nina Herlina, Sp. A ( Dokter Spesialis  Anak di RSP Dr.M.Goenawan Partowidigdo Cisarua Bogor)

Masalah dan solusi pencegahan dan tatalaksana TB Resisten Obat pada Anak

  1. Ahmad Samsudin, S.Kep (Kepala Ruang Perawatan TB & TB RO RSPG)

Asuhan Keperawatan dan Perawatan Lanjutan Pasien TB /TB Resisten Obat RSPG)

Seminar ini bertujuan untuk, 

  1. Meningkatkan kualitas pelayanan unggulan di RSPG Cisarua sebagai Rumah Sakit Rujukan Paru Nasional;
  2. Meningkatkan kerjasama RSPG dengan stakeholderpelayanan kesehatan dalam penanggulangan TB Nasional.

Acara seminar ditutup dengan hiburan angklung dan pembagian doorprize. Besar harapan RSPG sebagai salah satu anggota ARSABAPI dapat menjadi pusat rujukan penatalaksanaan penyakit TB dan TB Resisten Obat secara komprehensif Indonesia di masa mendatang.

 

Oleh : Intan Mutia

Dokumentasi : Tim Dokumentasi

RSPG Mengadakan Seminar Ilmiah dan Seminar Awam TB

Posted in Berita on Mar 12, 2018

Dengan dilatarbelakangi Indonesia sebagai negara dengan kasus tuberkulosis (TB) kedua terbesar di dunia. Salah satu penyebabnya adalah pengetahuan dan kesadaran masyarakat yang rendah terhadap penyakit TB serta risiko penularan penyakit semakin tinggi seiring dengan munculnya kasus TB resisten obat akibat jumlah kasus pasien TB putus obat meningkat. Dalam rangka peringatan hari Tuberkulosis Sedunia (TB Day), RS Paru Dr M. Goenawan Partowidigdo (RSPG) Cisarua bekerjasama dengan Asosiasi RS Paru dan Balai Kesehatan Paru Indonesia (ARSABAPI) bermaksud mengadakan kegiatan seminar sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang TB. Seminar yang diadakan berupa seminar Ilmiah dengan tema “Wanted: leaders for a TB Free World “serta seminar awam dengan tema “Penyakit Tuberkulosis tidak mungkin berlalu jika kita tidak bertemu”. Peran Asosiasi RS Paru dan Balai Kesehatan Paru Indonesia (ARSABAPI) sangat penting dalam upaya peningkatan pelayanan kesehatan Paru serta menjadi wadah kerjasama antar anggota dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan, khususnya di bidang kesehatan paru dan respirasi. Melalui kerjasama yang baik, diharapkan RSPG sebagai salah satu anggota ARSABAPI dapat menjadi pusat rujukan penatalaksanaan penyakit TB dan TB Resisten Obat secara komprehensif Indonesia di masa mendatang.

Seminar ini bertujuan untuk, 

1. Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap pola hidup bersih dan sehat  serta aktif melaksanakan kesehatan Paru;

2. Meningkatkan kualitas pelayanan unggulan di RSPG Cisarua sebagai Rumah Sakit Rujukan Paru Nasional;

3. Meningkatkan kerjasama RSPG dengan stakeholder pelayanan kesehatan dalam penanggulangan TB Nasional.

Jadwal Seminar :

Seminar Ilmiah dengan tema “Wanted: leaders for a TB Free World “ pada tanggal 22 Maret 2018 dengan Keynote Speaker : Menteri Kesehatan Republik Indonesia dan narasumber diantaranya:

1. Dr. Ir. Arifin Panigoro (Tokoh masyarakat pemerhati pemberantasan Tuberkolosis)

2. Prof. dr. Menaldi Rasmin, Sp.P (K)  (Guru Besar Ilmu Kesehatan Paru Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia)

3. dr. Neni Sawitri Sp.P, FISR (Penanggung jawab TB Resisten Obat  RSP Dr.M.Goenawan Partowidigdo Cisarua Bogor)

4. dr. Nina Herlina, Sp. A ( Dokter Spesialis  Anak di RSP Dr.M.Goenawan Partowidigdo Cisarua Bogor)

5. PETA/Terjang Cabang  Bogor (Harapan dan kendala pasien TB-Resisten Obat )

Seminar Awam dengan tema “Penyakit Tuberkulosis Tidak Mungkin Berlalu, Jika Kita Tidak Bertemu” pada tanggal 22 Maret 2018 dengan Host : hengky Kurniawan

Untuk info/pendaftaran seminar dapat menghubungi :

Bpk. Mus Mulyadi, SKM (HP/WA 085888585809)

Bpk. Iwan Ridwanullah, SKM ( HP/WA 081311016403)