Artikel Kategori

Pengumuman Lelang April 2021

Posted in Pengumuman on Apr 28, 2021

.

Nomor Penting RSPG

Posted in statik on Apr 01, 2021

.

Pengumuman Lelang Maret 2021

Posted in Pengumuman on Mar 11, 2021

.

Pemeriksaan Covid-19

Posted in statik on Mar 01, 2021

.

SOSIALISASI WBK & WBBM

Posted in Berita on Feb 25, 2021

Zona Integritas (ZI) adalah predikat yang diberikan kepada instansi pemerintah yang pimpinan dan jajarannya mempunyai komitmen untuk mewujudkan WBK/WBBM melalui reformasi birokrasi, khususnya dalam hal pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik;

Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (Menuju WBK) adalah predikat yang diberikan kepada suatu unit kerja yang memenuhi sebagian besar:

  1. Manajemen perubahan,
  2. Penataan tatalaksana,
  3. Penataan sistem manajemen SDM,
  4. Penguatan pengawasan, dan
  5. Penguatan akuntabilitas kinerja

Menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (Menuju WBBM) adalah predikat yang diberikan kepada suatu unit kerja yang memenuhi sebagian besar indikator Menuju WBK + indikator penguatan kualitas pelayanan publik;

Tahap Pencanangan Pembangunan Zona Integritas

  • Adanya Deklarasi/ pernyataan dari pimpinan suatu instansi pemerintah bahwa instansinya telah siap membangun Zona Integritas
  • Pimpinan dan seluruh atau sebagian besar pegawainya telah menandatangani Dokumen Pakta Integritas.
  • Disaksikan KPK, Ombudsman RI, Unsur Masyarakat lainnya

SYARAT PENGAJUAN SATKER BERPREDIKAT WBK

  1. Pada level instansi pemerintah:
  1. Opini WTP dari BPK atas opini LK.
  2. Nilai AKIP minimal “CC”.
  1. Pada level unit kerja:
  1. Setingkat Es I sd Es III.
  2. Memiliki peran dan penyelenggaraan fungsi pelayanan strategis.
  3. Dianggap telah melaksanakan program-program reformasi birokrasi secara baik.
  4. Mengelola sumber daya yang cukup besar.

SYARAT PENGAJUAN SATKER BERPREDIKAT WBBM

  1. Pada level instansi pemerintah:
  1. Opini WTP dari BPK atas LK selama minimal 2 tahun berturut-turut.
  2. Nilai AKIP minimal “CC”.
  1. Pada level unit kerja:

            Sebelumnya telah mendapat predikat WBK.

LINGKUP KEGIATAN

  • Pemilihan satker yang akan diusulkan oleh Unit Utama
  • Sosialisasi
  • Pre Assessment
  • Pendampingan
  • Self Assessment oleh TPI Kemenkes
  • Penyampaian hasil self assessment kepada Menteri Kesehatan
  • Pengusulan satker untuk mendapatkan predikat menuju WBK dan WBBM dari Kemenkes ke Menpan & RB
  • Reviu oleh Tim Penilai Nasional (Menpan, KPK, Ombudsman RI)
  • Pemberian Penghargaan WBK:
  1. Menkes: sakter yang memenuhi indikator WBK/WBBM
  2. Menpan & RB: Satker yaang berpredikat WBK/WBBM

 

Oleh : Pokja Penguatan Pengawasan 

       

Pengumuman Lelang Februari 2021

Posted in Pengumuman on Feb 17, 2021

.

Sosialisasi Protokol Kesehatan di RSPG Cisarua

Posted in Berita on Feb 17, 2021

Hari ini, Rabu 17 Februari 2021, bertempat di Lapangan Olahraga RS.Paru Dr.M.Goenawan Partowidigdo diadakan Sosialisasi Penerapan Protokol Kesehatan untuk Petugas Kebersihan (Cleaning Service), acara sosialisasi ini dihadiri 42 Petugas Kebersihan dan dilaksanakan di ruang terbuka dengan penerapan protokol kesehatan.

Sosialisasi ini disampaikan langsung oleh Direktur Utama RSPG (dr.Ida Bagus Sila Wiweka Sp.P(K),.MARS), beliau menyampaikan untuk terus menerapkan Protokol Kesehatan (Memakai Masker yang benar, Menjaga Jarak dengan hindari kerumunan dan Mencuci Tangan dengan sabun dan air mengalir) saat melaksanakan pekerjaan dan dimanapun kita berada. Menerapkan Protokol Kesehatan ini sangatlah penting karena meskipun kita sudah mendapatkan vaksin Covid-19 namun kita masih dapat terkena Covid-19. Perlu diingat juga, vaksin Covid-19 bukan obat, melainkan membangun imunitas yang spesifik untuk Covid-19. Diakhir acara beliau juga menyampaikan beberapa kebijakan rumah sakit yang harus dimaksimalkan dalam kinerja yang baik dan berorientasi kepuasan pelanggan.

 

Oleh: Intan Mutia

Penyelenggaraan Vaksinasi Covid-19 Di RSPG Cisarua Bogor

Posted in Berita on Feb 17, 2021

Bogor, Selasa (17/2/2021), Dalam rangka mendukung Program pemerintah di era pandemi dalam mencegah penularan wabah Virus Covid-19 dan upaya memberikan perlindungan kesehatan kepada masyarakat. RS Paru Dr. M. Goenawan Partowidigdo (RSPG) Cisarua Bogor telah menyelenggarakan dan melaksanakan Vaksinasi Covid-19 yang dimulai pada tanggal 28 Januari 2021 untuk Vaksinasi dosis pertama dan untuk Vaksinasi dosis kedua dimulai pada tanggal 11 Februari 2021 terhadap para pegawai tenaga kesehatan (Nakes) dan pegawai Non Nakes RSPG dengan data untuk dosis pertama adalah berjumlah 427 orang sedangkan untuk data dosis kedua berjumlah 371 orang (*data tim vaksinasi Covid-19 dan Bagian Renval RSPG s.d. tanggal 16/02/2021), data tersebut  termasuk Direktur Utama (dr. Ida Bagus Sila Wiweka, Sp.P(K), MARS), Direksi dan para pejabat RSPG lainnya. Penyelenggaraan dan pelaksanaan tersebut bertempat di gedung sebaguna Wijaya Kusuma RSPG Cisarua bogor.

Sebagaimana kita ketahui bahwa Vaksinasi Covid-19 secara nasional mulai dilaksanakan perdana pada hari Rabu tanggal 13 Januari 2021, dimana sebagai orang pertama penerima suntikan vaksin Covid-19 adalah Presiden RI Joko Widodo di Istana Negara. Pada saat yang sama, sejumlah pejabat, tokoh agama, organisasi profesi serta perwakilan masyarakat turut mengikuti vaksinasi tersebut.

Vaksinasi ini dilakukan untuk membangun imun terhadap Virus Covid-19 dan memberikan perlindungan kesehatan pada masyarakat. Vaksin bekerja dengan merangsang pembentukan kekebalan tubuh secara spesifik terhadap bakteri/virus penyebab penyakit tertentu. Sehingga apabila terpapar, seseorang akan bisa terhindar dari sakit berat akibat penyakit tersebut, apabila imunitas sudah terbentuk maka bila tertularpun sakit hanya ringan / tanpa gejala. Vaksin bukanlah obat. Vaksin mendorong pembentukan kekebalan spesifik pada penyakit COVID-19 agar terhindar dari kemungkinan sakit berat. Penularan dapat dicegah dengan menjalankan perilaku 3M (Memakai masker, Menjaga jarak dan Mencuci tangan) dan 3T (Tracing, Testing, Treatment).

Ada empat tahapan yang dilalui saat menerima suntikan vaksin COVID-19. Pertama, pendaftaran dan verifikasi data yang dilakukan di Meja 1, skrinning berupa anamnesa dan pemeriksaan fisik sederhana di Meja 2 dengan melakukan pengecekan tekanan darah dan suhu tubuh. Pada Meja 3 menerima suntikan vaksin COVID-19. Setelah selesai divaksin menuju ke Meja 4 untuk dilakukan pencatatan dan harus menunggu selama 30 menit untuk mengantisipasi apabila ada Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

Walaupun kita telah di vaksin Covid-19 secara lengkap (telah di vaksin 2 dosis), demi kewaspadaan dan keamanan diri agar terhindar dari keterpaparan/penularan dan penyebaran Covid-19, hendaknya berupaya membudayakan kebiasaan baru (new normal) untuk perlindungan diri harus terus kita lakukan dengan selalu disiplin menjalankan protokol kesehatan/Prokes 5M (Memakai masker dengan benar, Menjaga jarak aman (1-2 meter), Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir lebih sering jika tidak ada bisa menggunakan Handsanitizer, Menghindari kerumunan dan Membatasi / mengurangi mobilisasi / bepergian dan interaksi). (Dok/IR/17/2/2021).